Biografi Muhammad Sibro Malisi S.Pd

Muhammad Sibro Malisi,S.Pd

 

Muhammad Sibro Malisi, S.Pd: Guru, Santri, dan Pencari Makna Ilmu

Kadang kita ketemu sosok yang kalau diceritakan, rasanya nggak cukup cuma satu paragraf. Terlalu banyak sisi menarik. Terlalu banyak jejak perjuangan. Nah, nama Muhammad Sibro Malisi, S.Pd ini salah satunya.

Biografi Muhammad Sibro Malisi S.Pd

Bukan cuma soal gelar di belakang nama. Tapi tentang proses panjang, nilai hidup, dan cara beliau memaknai ilmu—bukan sekadar untuk diri sendiri, tapi untuk banyak orang.

Awal Perjalanan: Ilmu dan Adab Jalan Bareng

Kalau bicara pendidikan, Sibro Malisi bukan tipe yang mengejar gelar demi titel. Dari awal, jalannya sudah jelas: ilmu harus sejalan dengan adab.

Sebagai seorang santri, ia tumbuh dalam lingkungan yang menekankan disiplin, keikhlasan, dan ketekunan. Bangun pagi, menghafal, mengaji, belajar, lalu mengulang lagi. Rutinitas yang buat sebagian orang terasa berat, tapi justru di situlah mentalnya ditempa.

Menariknya, dari dunia pesantren inilah ia belajar satu hal penting:

Ilmu yang tidak diamalkan itu seperti lampu yang menyala, tapi tidak menerangi sekitar.

Muhammad Sibro Malisi, S.Pd di Dunia Pendidikan

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) yang ia sandang bukan hasil instan. Itu buah dari proses panjang—jatuh bangun, revisi skripsi, diskusi panjang, sampai doa orang tua yang mungkin jarang terlihat tapi terasa nyata.

Sebagai pendidik, gaya mengajarnya dikenal:

  • tenang tapi mengena,

  • tegas tanpa menggurui,

  • sederhana namun penuh makna.

Ia percaya bahwa mengajar bukan cuma menyampaikan materi, tapi juga membentuk cara berpikir dan karakter. Murid bukan wadah kosong. Mereka manusia dengan cerita, potensi, dan masa depan.

Santri Penghafal Al-Qur’an: Fondasi Hidup yang Kokoh

Satu hal yang membuat Muhammad Sibro Malisi, S.Pd berbeda adalah latar belakangnya sebagai santri penghafal Al-Qur’an 30 juz. Ini bukan klaim kecil, lho. Prosesnya panjang, penuh pengorbanan, dan butuh konsistensi luar biasa.

Menghafal Al-Qur’an:

  • melatih kesabaran,

  • menjaga lisan dan sikap,

  • menguatkan mental saat diuji.

Dan semua nilai itu terbawa ke kehidupannya sebagai pendidik dan pribadi. Dalam keputusan sehari-hari, ia terbiasa berpikir jernih dan tidak reaktif. Ada jeda. Ada pertimbangan.

Prinsip Hidup yang Dipegang Teguh

Kalau dirangkum, ada beberapa prinsip hidup yang sering tercermin dari perjalanan Muhammad Sibro Malisi:

  • Ilmu itu amanah, bukan alat pamer.

  • Pendidikan adalah ladang amal, bukan sekadar profesi.

  • Belajar tidak pernah selesai, meski gelar sudah di tangan.

  • Kesederhanaan adalah kekuatan, bukan kekurangan.

Prinsip-prinsip ini yang membuatnya tetap relevan, rendah hati, dan terus berkembang.

Refleksi: Lebih dari Sekadar Nama dan Gelar

Di zaman serba cepat seperti sekarang, sosok seperti Muhammad Sibro Malisi, S.Pd terasa menenangkan. Ia mengingatkan kita bahwa sukses itu tidak selalu tentang sorotan, tapi tentang manfaat yang ditinggalkan.

Tentang bagaimana ilmu dijaga, diamalkan, dan diwariskan.

Kalau kamu sendiri, lebih tertarik jadi orang yang terlihat hebat atau yang diam-diam memberi dampak besar?
Kadang jawabannya ada di perjalanan hidup orang-orang seperti beliau.

Posting Komentar